Kamis, 25 Desember 2014

TUGAS PENGANTAR MANAJEMEN

DINAMIKA KONFLIK DALAM ORGANISASI

 

1.    Pengertian Konflik

Secara bahasa konflik berasal dari bahasa latin configure yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Pengertian lain konflik menurut beberapa ahli antara lain:

 

a)      Taquiri (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.

b)      Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.

c)       Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.

d)     Muchlas (1999), konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi.

 

2.    Perubahan pandangan tentang konflik

a)      Persepsi                       : konflik ada karena persepsi berbeda dari pihak – pihak                 yang bersangkutan.

b)      Pertentangan               : konflik timbul karena adanya pertentangan kepentingan.

c)       Kelangkaan                : konflik terjadi karena sumber – sumber adanya tidak tak – terbatas.

d)     Blokade                       : konflik didorong oleh perilaku suatu pihak yang memblokir pencapaian tujuan dari pihak lain.

e)      Perbedaan cara            : konflik juga bisa terjadi karena perbedaan cara untuk mencapai tujuan yang sama.

 

3.    Jenis – jenis Konflik

a)      Personrole conflict : konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang. Konflik ini pada hakekatnya meminta kesadaran orang untuk menaati peraturan yang ada atau memerlukan kesetiaan orang pada organisasi.

b)      Inter-role conflict : konflik antar peranan, yaitu persoalan timbul karena satu orang menjabat satu atau lebih fungsi yang saling bertentangan. Konflik ini dapat dihindari dengan mendefinisikan kembali tugas yang terlebih dahulu telah dispesialisasikan dan dialokasikan pada seorang tertentu sehingga akibat negative dwi fungsi diminimumkan.

c)      Intersender conflict : konflik yang timbuk karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang. Ini dapat dihindari dengan memperlakukan sama bagi semua pihak-pihak yang berkepentingan.

d)     Intrasender conflict : konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan.

 

Lima Jenis Konflik (menurut pihak – pihak saling bertentangan):

  • Konflik dalam diri individu
    Yang terjadi bila seseorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya.
  • Konflik antar individu dalam organisasi yang sama,
    Dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.
  • Konflik antar individu dan kelompok.
    Yang berhubungan dengan individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka.
  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
    Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok. 
  • Konflik antar organisasi
    Yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam system perekonomian suatu Negara.

 

4.    Metode – Metode pengolahan

Mengendalikan konflik berarti menjaga tingakat konflik yang kondusif bagi perkembangan organisasi sehingga dapat berfungsi untuk menjamin efektivitas dan dinamika organisasi yang optimal. Namun bila konflik telah terlalu besar dan disfungsional, maka konflik perlu diturunkan intensitasnya, antara lain dengan cara :

1.      Mempertegas atau menciptakan tujuan bersama. Perlunya dikembangkan tujuan kolektif di antara dua atau lebih unit kerja yang dirasakan bersama dan tidak bisa dicapai suatu unit kerja saja.

2.      Meminimalkan kondisi ketidak-tergantungan. Menghindari terjadinya eksklusivisme diatara unit-unit kerja melalui kerjasama yang sinergis serta membentuk koordinator dari dua atau lebih unit kerja.

3.      Memperbesar sumber-sumber organisasi seperti : menambah fasilitas kerja, tenaga serta anggaran sehingga mencukupi kebutuhan semua unit kerja.

4.      Membentuk forum bersama untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah bersama. Pihak-pihak yang berselisih membahas sebab-sebab konflik dan memecahkan permasalahannya atas dasar kepentingan yang sama.

5.      Membentuk sistem banding, dimana konflik diselesaikan melalui saluran banding yang akan mendengarkan dan membuat keputusan.

6.      Pelembagaan kewenangan formal, sehingga wewenang yang dimiliki oleh atasan atas pihak-pihak yang berkonflik dapat mengambil keputusan untuk menyelesaikan perselisihan.

7.      Meningkatkan intensitas interaksi antar unit-unit kerja, dengan demikian diharapkan makin sering pihak-pihak berkomunikasi dan berinteraksi, makin besar pula kemungkinan untuk memahami kepentingan satu sama lain sehingga dapat mempermudah kerjasama.

8.      Me-redesign kriteria evaluasi dengan cara mengembangkan ukuran-ukuran prestasi yang dianggap adil dan acceptable dalam menilai kemampuan, promosi dan balas jasa.

 

5.    Konflik struktural

Dalam organisasi klasik ada empat bidang structural dimana konflik sering terjadi:
A. Konflik hirarkis,yaitu konflik antara berbagai tingkatan organisasi

B. Konflik fungsional,yaitu konflik antara berbagai departemen fungsional organisasi.

C. Konflik lini-staf ,yaitu konflik antar lini dan staf.

D. Konflik formal – informal,yaitu konflik antara organisasi formal dan informal.

 

6.    Konflik Lini dan Staf

Konflik lini dan staff adalah konflik antara lini dan staff yang berhubungan dengan wewenang atau otoritas kerja. Contoh konflik: Karyawan staff secara tidak formal mengambil wewenang yang berlebihan. Konflik Lini dan Staff ini adalah konflik yang sering terjadi di dalam organisasi, biasanya konflik ini terjadi karena perbedaan pandangan para anggota Lini dan Staff.

a)      Menurut pandangan Lini:

·         Para anggota Lini sering memandang para anggota staff sering melangkahi wewenang.

·         Staff tidak memberikan nasehat yang bermanfaat.

·         Staff sering menumpang kebehasilan Lini.

 

b)      Menurut pandangan Staff:

·         Lini kurang memanfaatkan staff.

·         Lini menolak gagasan-gagasan baru dari anggota staff.

·         Lini memberi wewenang terlalu kecil kepada staff.

 

7.    Penanggulangan Konflik Lini dan Staff

a)      Manajemen puncak harus secara jelas menyampaikan delegasi departemen-departemen staff.

b)      Tanggung jawab lini dan staff harus jelas / diperjelas.

c)      Mengintegrasikan kegiatan-kegiatan lini dan staff.

d)     Mengajarkan lini untuk menggunakan staff.

 

 

Bab Peran dan Teknik Pengendalian dalam Manajemen

 

1.    PENGERTIAN PENGENDALIAN

         Pengendalian merupakan salah satu bagian dari manajemen. Pengendalian dilakukan dengan tujuan supaya apa yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga dapat mencapai target maupun tujuan yang ingin dicapai. Pengendalian memang merupakan salah satu tugas dari manager.

Pengendalian juga dapat diartikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied behavioral science) yaitu berbagai cara melakukan mengenai cara menjalankan dan mengendalikan perusahaaan atau organisasi yang dianggap baik. Yang dimaksud  dari “Dianggap baik” yaitu :

Ø  Tolak ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi yang berjalan secara efisien, efektif dan produktif.

Ø  Apresiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.

 

Alasan  melakukan pengendalian/pengawasan adalah :

  • Kemungkinan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan perencanaan.
  • Kemungkinan terjadinya kesalahfahaman pihak perencana dan pelaksana.
  • Kemungkinan kurangnya penjabaran pekerjaan.
  • Kemungkinan bawahan kurang menguasai pekerjaan.

 

Pengendalian memiliki beberapa tujuan :

·         Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari rencana.

·         Melakukan tindakan perbaikan, jika terdapat penyimpangan-penyimpangan.

·         Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencananya.

·         Pengendalian bukan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan, tetapi berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan serta memperbaikinya jika terdapat kesalahan. Jadi pengendalian dilakukan sebelum proses, saat proses, dan setelah proses, yakni hingga hasil akhir diketahui. Dengan pengendalian diharapkan pemanfaatan unsur-unsur manajemen efektif dan efisien.

Eleman-elemen System Pengendalian:

·         Pelacak ( Detector) atau sensor, sebuah perangkat yang mengukur apa yang sebenarnya terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.

·         Penaksir ( assessor), suatu perangkat yang menentukan signifikasi dari peristiwa actual dengan membandingkanya dengan bebrapa standar atau ekspetasi dari yang sebenarnya terjadi.

·         Effektor, suatu perangkat yang sering disebut feedback yang mengubah perilaku jika assessor mengindikasikan kebutuhan yang dipenuhi.

·         Jaringan komunikasi, perangkat yang meneruskan informasi antara detector dan assessor dan antara assessor dan effektor.

Jadi pengendalian dapat diartikan sebagai sebuah system yang terdiri dari beberapa sistem yang saling berhubungan untuk membantu manajemen suatu organisasi/perusahaan untuk mencapai tujuannya melalaui strategi tertentu secara efisien dan efektif dan mencegah adanya penyimpangan atau  setidaknya memperkecil kesalahan yang mungkin akan terjadi

 

2.    JENIS-JENIS PENGENDALIAN

 

A.    Pengendalian Pendahuluan

Pengendalian ini memastikan bahwa sebelum kegiatan dimulai, maka sumber daya manusia, bahan dan modal yang diperlukan sudah dianggarkan sehingga bilamana kegiatan dilakukan, maka sumber daya tersebut tersedia, baik menyangkut jenis, kualitas, kuantitas, maupun sesuai dengan kebutuhan.

B.      Pengendalian Bersamaan

Dalam hal ini, manajer melakukan fungsi pengarahan kepada pekerjaan bawahannya. Pengarahan yang dimaksud, yaitu melalui tindakan ketika mereka memberikan instruksi kepada bawahan dalam berbagai metode dan prosedur yang layak serta mengawasi pekerjaan bawahan untuk menjamin supaya pekerjaan dikerjakan dengan baik.

C.     Pengendalian Umpan Balik

Sistem pengendalian umpan balik biasanya berfokus pada hasil-hasil akhir sebagai dasar perbaikan berbagai tindakan masa depan. Metode umpan balik yang dipakai dalam bisnis meliputi analisis laporan keuangan, pengendalian kualitas, dan evaluasi kinerja karyawan.

 

3.    PROSES PENGENDALIAN

Menurut Robbins dan Coulters, proses pengendalian terdiri dari 4 aktifitas yaitu:

·         Penetapan tujuan (goal setting)

·         pengukuran (measuring)

·         membandingkan kinerja actual dengan standar kinerja (comparing actual permfomance against standard)

·         tindakan manajerial (managerial action).

 

Penetapan tujuan diawali dengan adanya penetapan terlebih dahulu berbagai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, strategi untuk mencapai tujuan tersebut sampai penentuan anggaran yang menunjukan rencana alokasi masing-masing sumber daya organisasi perusahaan dalam menunjang pencapaian tujuan.

Pengukuran merupakan penetapan satuan numeric terhadap suau objek yang di ukur. Aktifitas pengukuran menyangkut 2 hal :

·         Pengukuran berkaitan dengan apa yang di ukur.

·         Pengukuran berkaitan dengan bagaimana pengukuran dilakukan.

 

Membandingkan merupakan proses membandingkan kinerja actual dengan starndard kinerja dan berbagai tujuan yang telah ditetapkan tujuan maupun standard ditetapkan pada tahap perencanaan (planning).

Tindakan managerial langkah terakhir dari proses pengendalian adalah melakukan evaluasi terhadap kinerja yang dicapai organisasi secara keseluruan maupun pencapaian kinerja individu

 

4.    KARAKTERISTIK PENGENDALAIN YANG EFEKTIF

         berawal ketika director mencari informasi tentang aktivitas, director ini dapat berupa system informasi baik formal maupun informal, yang menyediakan informasi kepada pimpinan mengenai apa yang terjadi di dalam suatu aktifitas.

         Setelah informasi diperoleh , aktifitas yang terekam di dalamnya dibandingkan dengan   standart atau patokan berupa criteria mengenai apa yang seharusnya dilaksanakan dan seberapa jauh juga pembenaran.

         Proses perbaiakn dilaksanakan oleh efektir, sehingga penyimpangan-penyimpangan diubah agar kegiatan kembali mengikuti criteria yang telah ditetapkan.

         Begitulah propses pengendalian manajemen , dinamis dan berkelanjutan.

 

5.    PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN

Tidak ada sistem yang baik dan buruk , yang ada adalah suatu desain system pasfit dengan lingkinagn bisnis yang dihadapi oleh organisasi. Suatu system dengan lingkunagn tempat system tersebut digunakan untuk menjadikan system tersebut efektif untuk menjalankan bisnis dilingkungan tersebut. Oleh karena itu mendesain system pengendalian manajemen, karakteristik lingkungan bisnis yang dimasuki oleh organisasi merupakan dasar untuk mendesain system tersebut. Pendekatan penyusunan system seperti itu disebut Contingency Approach.

Lingkungan bisnis ibarat suatu territorial, untuk menjelajahi diperlukan suatu peta. Peat yang menggambarkan lingkungan bisnis yang dihadapi oleh manajemen disebut paradigma the way we see the world. Paradigm tertentu kita memandang dunia yang dihadapi, dan denagn paradigma ini kita bersikap dan bertindak. Serta berdasarkan paradigma tersebut kita mendesain system suatu alat yang kita digunakan untuk mengorganisasikan berbagai sunber daya untuk mewujudkan system.

6.    PENGENDALIAN KEUANGAN

Laporan keuangan

         Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

·         Neraca

·         Laporan laba rugi

·         Laporan perubahan ekuitas

·         Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa laporan arus kas atau laporan arus dana

·         Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan

        Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah asetkewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Laporan keuangan digunakan untuk menelusuri nilai uang dari barang atau jasa yang masuk kedalam dan luar organisasi. Laporan memberikan sarana untuk memonitori tiga kondisi utama keuangan,yaitu:

1. Likuiditas yaitu kemampuan mengubah aktiva menjadi uang tunai agar dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek.

2. Kondisi umum keuangan yaitu keseimbangan jangka panjang antara utang fan kekayaan.

3. Profitabilitas yaitu kemampuan untuk mendapatkan laba secara kurun waktu yang panjang.

 

 

7.    METODE PENGENDALIAN ANGGARAN

Anggaran adalah laporan kuantitatif formal mengenai sumber daya yang disisihkan untuk melaksanakan aktivitas yang telah direncanakan selama jangka waktu tertentu. Anggaran dapat dinyatakan dalam bentuk uang yang mudah digunakan dalam berbagai kegiatan aktivitas organisasi atau perusahaan. Aspek keuangan dari anggaran dapat memberikan informasi secara langsung mengenai modal dan laba. Anggaran juga dapat menetapkan standar prestasi kerja yang jelas dan tidak meragukan untuk jangka waktu tertentu.

Proses pembuatan anggaran dimulai ketika manajer menerima ramalan ekonomi serta pemnjualan penjualan dan laba untuk tahun mendatang dari manajemen puncak, bersama dengan jadwal kapan dengan pengukuran harus diselesaikan. Selama proses penjualan anggaran ketika sumber daya tang terbatas milik perusahaan dialokasikan, manajer mungkin merasa khawatir bawha mereka tidak mendapat bagian yg adil.

Berikut adalah berbagai macam anggaran :

  1. Anggaran operasi

Menunjukan barang dan jasa yang diperkirakan akan dikonsumsi oleh perusahaan selam  periode anggaran .

  1. Anggaran keuangan

Menyatakan secara rinci uang yang akan dikeluarkan oleh perusahaan selama periode yang sama dan darimana asal uang tersebut.

 

8.    JENIS-JENIS ANGGARAN

      Pengertian anggaran (budget) ialah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang (Munandar, 1986).

  1. Anggaran Penjualan

Anggaran penjualan merupakan suatu penentuan jumlah unit penjualan yang diperkirakan akan dijual di dalam suatu perusahaan untuk periode yang akan datang. Pada umumnya anggaran penjualan ini akan menyebutkan jumlah unit yang dijual serta harga jual per unit produk tersebut untuk masing-masing daerah penjualan yang ada. Dengan demikian, maka dari anggaran penjualan yang disusun tersebut akan dapat diketahui proyeksi penerimaan pendapatan perusahaan dari penjualan produk serta jumlah unit untuk masing-masing jenis produk yang dijual.

     Untuk menyusun anggaran penjualan ini perlu disusun peramalah penjualan perusahaan dengan mempergunakan model yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari penjualan produk perusahaan. Beberapa model yang dapat dipergunakan untuk mengadakan penyusunan anggaran penjualan produk perusahaan ini antara lain model trend pangkat tunggal, tren pangkat dua, regresi, dan lain-lain.

 

  1. Anggaran Produksi

Anggaran produksi dapat disusun setelah mengetahui berapa besar rencana penjualan untuk masing-masing produk. Rencana penjualan ini dapat dilihat dalam anggaran penjualan. Berdasarkan rencana penjualan yang telah tersusun tersebut serta dengan mempertimbangkan perubahan persediaan produk akhir yang ada , maka anggaran produksi akan dapat disusun.

Di dalam menyusun anggaran produksi bulanan, maka akan dikenal penerapan dari pola produksi yang ada di dalam perusahaan. Di dalam pemilihan pola produksi untuk perusahaan, maka manajeen selayaknya mempertimbangkan berbagai macam faktor yang berhubungan dengan biaya –biaya yang harus menjadi tanggungan perusahaan apabila perusahaan tersebut memilih salah satu dari pola produksi tersebut. Sebagaim mana diketahui, pola produksi ada tiga macam:

·         Pola produksi konstan

Merupakan pola produksi di mana jumlah produksi dari bulan ke bulan adalah sama atau relatif sama, Walaupun terdapat perubahan penjualan produk perusahaan dari satu bulan dengan bulan yang lain.

·         Pola produksi bergelombang

Merupakan pola produksi dimana jumlah produksi di setiap bulan mengalami perubahan sesuai dengan perubahan penjualan, sedangkan jumlah persediaan barang jadi adalah stabil atau tetap.

·         Pola produksi moderat

Merupakan suatu pola produksi dimana jumlah produksi di setiap bulan selalu mengalami perubahan, namun perubahan ini tidak akan sebesar perubahan penjualan produk yang ada. Perubahan penjualan produk akan diserap secara bersama-sama di dalam perubahan jumlah produksi dan persediaan barang jadi. Manajemen perusahaan akan berusaha untuk mengadakan pemilihan pola produksi yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari perusahaan tersebut.

  1. Anggaran Bahan Baku

 

Apabila anggaran produksi telah disusun, maka anggaran bahan baku telah dapat disusun pula. Penyusunan anggaran bahan baku akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah mengidentifikasi tingkat penggunaan bahan baku atau yang disebut dengan material usage rate. Apabila tingkat penggunaan bahan baku ini telah diketahui, maka dengan mempergunakan data anggaran produksi (dimana diketahui jumlah yang akan diproduksi selama satu periode) maka akan dapat disusun jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk keperluan proses produksi. Setelah itu baru kemudian diperhitungkan besarnya jumlah unit kebutuhan bahan baku yang akan dibeli. Jumlah unit bahan baku yang akan dibeli akan sama dengan besarnya jumlah unit kebutuhan bahan baku untuk proses produksi ditambah atau dikurangi dengan selisih yang terjadi antara persediaan awal dengan rencana persediaan akhir dari bahan baku yang akan dipergunakan tersebut. Apabila persediaan awal bahab baku ternyata lebih besar dari rencana persediaan akhir, maka besarnya pembelian bahan baku akan sama dengan kebutuhan bahan baku untuk proses produksi dikurangi dengan selisih persediaan awal dengan persediaan tersebut, begitu pula sebaliknya. Dengan dasar kebutuhan bahan baku yang akan dibeli ini maka manajemen perusahaan akan dapat memperhitungkan berapa besarnya dana yang diperlukan di dalam pembelian bahan baku untuk keperluan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan

 

  1. Anggaran Tenaga Kerja Langsung.

 

Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang bekerja langsung dalam pengolahan produk. Sedangkan tenaga kerja tak langsung adalah tenaga kerja manusia yang ikut membantu penyelesaian produk. Anggaran tenaga kerja langsung meliputi taksiran keperluan tenaga kerja yang diperlukan untuk memproduksi jenis dan berapa banya kuantitas produk yang direncanakan dalam anggaran produksi. Rumus yang digunakan untuk menyusun anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL) atau biaya tenaga kerja langsung standar (BTKLSt) sebagai berikut :

Anggaran BTKL = JKSt x TUSt atau P x BTKLSP

  1. Anggaran Biaya Overhead Pabrik.

Biaya Overhead Pabrik merupakan komponen ketiga di dalam

penyusunan perhitungan besarnya harga pokok produksi. Biaya

overhead pabrik terdiri dari seluruh biaya yang terjadi di dalam pabrik

kecuali biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

  1. Anggaran Persediaan

Anggaran persediaan merupakan anggaran yang merencanakan secara

terperinci berapa nilai persediaan pada periode yang akan datang. Pada

perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 jenis, yakni

persediaan material, persediaan barang setengah jadi, persediaan

barang jadi.

 

  1. Anggaran Biaya Non Produksi

Anggaran Biaya non Produksi merupakan sruktur terinci yang tidak        termasuk dalam biaya-biaya produksi. Selain itu biaya non produksi ini hanya sebagai penunjang kegiatan produksi sehingga tidak akan mempengaruhi penjualan yang sudah dianggarkan dan kebutuhan persediaan.

  1. Anggaran Pengeluaran Modal

Anggaran Pengeluaran Modal merupakan anggaran yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan semua aktiva atau modal yang dimiliki. Oleh karena itu dalam anggaran ini harus sangat teliti dalam mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang sangat besar.

  1. Anggaran Kas

Anggaran Kas merupakan anggaran yang sederhana menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang akan mungkin perlu dipinjam.

  1. Anggaran Rugi-Laba

Anggaran Rugi-Laba merupakan hasil akhir dari semua anggaran operasional seperti penjualan, harga pokok penjalan, biaya komersil dan biaya adminstrasi dan keuangan diringkas dalam laporan laba-rugi dianggarkan.

 

 

  1. Anggaran Neraca

Anggaran Neraca adalah neraca yang memberikan gambaran saldo akhir aktiva, utang, dan modal yang diantisipasi jika rencana yang dianggarkan terlaksana dengan baik.

  1. Anggaran Perubahan Posisi Keuangan

Anggaran Perubahan Posisi Keuangan adalah memuat mengenai rencana perubahan aktiva, utang, dan modal perusahaan selama periode yang dianggarkan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan.

 

 

 

Rabu, 03 Desember 2014

REVIEW JURNAL : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN

Saya akan mereview jurnal dari Bapak Purwoko dari Departeme Keuangan 
ABSTRAK
Pembelian dan persediaan merupakan kegiatan yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu, tujuan penulisan ini adalah untuk merancang sistem informasi akuntansi pembelian dan persediaan alat tulis kantor yang dapat membantu dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Metodologi yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan adalah library research dan field research. Metodologi analisis dan perancangan yang digunakan adalah analisis dengan menggunakan Object Oriented Analysis and Design. Dari hasil observasi diperoleh hasil bahwa pencatatan transaksi pada perusahaan ini masih manual dan tidak efisien dalam hal pencatatan barang masuk dan keluar. Simpulan yang dapat diambil yaitu bahwa sistem informasi pembelian dan persediaan yang terkomputerisasi dapat membantu pihak manajemen dalam mengurangi kesalahan dan meningkatkan efektivitas sistem yang ada.


Kata kunci: Sistem informasi akuntansi, pembelian, persediaan, alat tulis kantor

PENDAHULUAN
Dalam era globalisasi dalam sektor perdagangan dan perekonomian di Indonesia saat ini, peranan teknologi
informasi sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan
bisnis. Teknologi informasi dapat memberikan efektivitas
dan efisiensi dalam pencapain tujuan-tujuan perusahaan.
Teknologi Informasi dapat memberikan informasi yang cepat,
tepat dan akurat serta dapat mengorganisir dengan baik data
perusahaan dalam jumlah besar sehingga dapat membantu
mereka dalam pengambilan keputusan secara tepat dalam
menentukan strategi dan kebijakan perusahaan.
 PT. ABC merupakan sebuah perusahaan yang bergerak
di bidang wisata dan resor di provinsi DKI Jakarta. Saat ini
PT. ABC mengalami beberapa permasalahan dalam sistem
pembelian dan persediaan. Beberapa permasalahan yang
dihadapi antara lain adalah sistem persediaan yang masih
manual, sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan sangat
besar, sistem persediaan yang masih manual menyebabkan
keamanan data barang kurang terjamin, peluang hilangnya
data barang sangat besar, tidak efisiennya pencatatan
persediaan barang yang dilakukan oleh bagian gudang,
pengkodean barang yang masih dilakukan secara manual,
tidak memiliki kebijakan mengenai kesesuaian antara
anggaran dengan maksimum stok untuk tiap departemen,
tidak efisiennya otorisasi yang dilakukan antar bagian, tidak
adanya pencatatan retur barang yang dilakukan oleh bagian
gudang, pencatatan jurnal pembelian yang masih manual
kemungkinan besar dapat menyebabkan kesalahan pada
bagian akuntansi. Melihat permasalahan yang dihadapi
oleh PT. ABC, manajemen PT. ABC memerlukan sebuah
sistem informasi untuk mendukung proses pembelian dan
persediaan.
Oleh karena itu penulis berusaha menganalisis dan
merancang sistem informasi yang dapat membantu pihak
managemen untuk menyelesaikan masalah-masalah yang
dihadapi dalam proses pembelian dan persediaan.
Ruang lingkup dalam pembahasan penelitian ini adalah
proses pembelian dan persediaan barang jadi pada PT. ABC.
Secara khusus, penelitian ini akan dibatasi pada proses: (1)
menganalisis sistem pembelian dan persediaan barang untuk
alat tulis kantor, mulai dari pembelian / pemesanan barang ,
sampai pengiriman barang tersebut; dan (2) merancang suatu
sistem informasi pembelian dan persediaan alat tulis kantor
yang memudahkan pemilik ataupun karyawan perusahaan
tersebut dalam mengelola dan mengontrol pembelian dan
persediaan alat tulis kantor yang akan digunakan untuk
sehari-hari.
Tujuan dari penelitian adalah: (1) menganalisis
sistem pembelian dan persediaan barang untuk alat tulis
kantor secara keseluruhan pada PT ABC; dan (2) merancang
sistem informasi pembelian dan persediaan barang untuk alat
tulis kantor yang baru agar dapat mengurangi kelemahan
– kelemahan yang ada pada sistem yang manual dan
memberikan keefisienan dan keefektifan kinerja perusahaan.
Sehingga manfaat yang diharapkan adalah: (1)
membantu pemilik atau pihak management untuk mengambil
keputusan yang tepat dan cepat, serta memudahkan dalam
mengevaluasi ketersediaan alat tulis kantor; dan (2)
mengontrol arus keluar masuknya persediaan barang untuk alat tulis kantor supaya tidak adanya kehabisan stok ataupun
kelebihan stok barang yang menumpuk di gudang.

METODE
Metode penelitian yang digunakan adalah kajian
pustaka, metode analisis pengumpulan data dan perancangan
sistem serta. Kajian pustaka dilakukan dengan cara menelaah
teori dari sumber-sumber primer dan sekunder yang mendukung
penelitian ini. Analisis dilakukan dengan pengamatan pada
sistem yang sedang berjalan untuk mendapatkan informasi
dan data yang dibutuhkan. Perancangan sistem dilakukan
menggunakan metode Object Oriented Analysis and Design.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Bodnar dan Hopwood (2001:1), sistem
informasi akuntansi adalah sebuah koleksi dari sumber daya,
termasuk orang dan peralatan, didisain untuk mengubah data
keuangan dan data lainnya menjadi informasi.

Siklus Proses Siklus Pembelian
Menurut Jones & Rama (2003:18), tahap-tahap dalam
siklus proses transaksi sistem informasi akuntansi pembelian
adalah (1) Melakukan konsultasi dengan pemasok. Sebelum
melakukan pembelian, perusahaan menghubungi beberapa
pemasok terlebih dahulu untuk mendapat pemahaman tentang
barang dan jasa yang tersedia, dan juga harganya; (2) Proses
permintaan. Pertama – tama karyawan mempersiapkan
dokumen permintaan barang / jasa dan disahkan oleh
supervisor; (3) Mengadakan perjanjian dengan pemasok
untuk pembelian barang atau jasa di masa depan. Perjanjian ini
mencakup pembelian pesanan dan kontrak dengan pemasok;
(4) Penerimaan barang atau jasa dari pemasok. Perusahaan
harus memastikan bahwa barang yang diterima benar dan
dalam kondisi yang baik; (5) Mengenali klaim penerimaan
untuk barang dan jasa. Setelah barang diterima, pemasok
mengirim tagihan. Jika bon tersebut benar, maka Departemen
Pembayaran dapat mencatat tagihan tersebut; (6) Memilih
catatan tagihan untuk pembayaran. Biasanya perusahaan
melakukan aktivitas ini setiap bulannya; dan (7) Menulis cek.
Setelah catatan tagihan dipilih, cek ditulis, ditandatangani
dan dikirim oleh pemasok.
Pengertian Persediaan
Menurut Assauri (1998: 176), persediaan adalah
sejumlah bahan – bahan, parts – parts yang disediakan dan
bahan – bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan
untuk proses produksi, serta barang – barang jadi / produk
yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari konsumen
/ pelanggan setiap waktu.

Teori Analisis dan Perancangan Sistem Informasi
Pengertian Object Oriented Analysis and Design
(OOAD)
Menurut Mathiassen dkk. (2000:4) “Objek adalah
suatu entitas dengan identitas, keadaan (tingkatan hidup) dan
tingkah laku.” Objek merupakan dasar dalam OOAD, setiap
objek digambarkan secara terkelompok karena ada beberapa
objek yang memiliki sifat atau fungsi yang sama yang
dikenal dengan istilah class. “Class adalah suatu deskripsi
atas kumpulan objek yang saling menggunakan struktur, pola
tingkah laku dan atribut secara bersama-sama.”
Notasi yang digunakan dalam OOAD adalah UML
(Unified Modelling Langguage). UML hanya digunakan
sebagai notasi dan bukan sebagai metode dalam pemodelan.
Menurut Mathiassen et al. (2000:15), metode analisis
dan perancangan berorientasi objek tersebut mempunyai
empat aktivitas utama yang digambarkan sebagai berikut :
1. System definition.
Deskripsi dari sebuah sistem terkomputerisasi yang
dijelaskan dalam bahasa sehari-hari.
2. Rich picture.
Rich Picture adalah gambaran informal yang
mewakili pengertian akan situasi dari si pembuat.
3. Factor.
FACTOR adalah
Functionality : Fungsi yang mendukung tugas-tugas
aplikasi domain.
Aplication Domain : Bagian dari organisasi yang
mengadministrasikan, mengawasi atau mengontrol
sebuah problem domain.
Condition : Suatu kondisi dimana sistem yang akan
dikembangkan dan digunakan.
Technology : Teknologi yang digunakan untuk
mengembangkan sistem dan teknologi sistem yang
akan dijalankan.
Object : Objek utama dari problem domain.
Responsibility : Sistem secara keseluruhan
bertanggung jawab dalam hubungan dengan
konteknya.
4. Analisis Problem Domain. Problem Domain adalah bagian dari konteks yang
dikelola, dimonitor, atau dikontrol oleh sistem.
Tujuan dari analisis problem domain adalah untuk
mengidentifikasi dan membuat suatu model dari
problem domain, aktivitas dalam problem domain.
Modeling terdiri dari classes, structure dan
behaviour.

Analisis Aplication Domain.
Menurut Mathiassen et al. (2000:6), application
domain adalah suatu organisasi yang mengolah, mengawasi
atau mengendalikan suatu problem domain. Aktivitas di dalam
analisis application domain terdiri dari usage (kegunaan),
function (fungsi), dan interface (tampilan)
Architectural Design adalah merancang arsitektur
sebuah mesin. Tujuan dari architectural design adalah untuk
menusun sebuah sistem yang terkomputerisasi.
Hasil dari architectural design adalah susunan untuk
sebuah komponen sistem dan proses, didalam architectural
design terdapat beberapa aktivitas terdiri dari criteria,
component, dan process.
Menurut Mathiassen et al. (2000:236), model component
adalah bagian dari sistem yang mengimplementasikan
problem domain. Hasil dari mendesain model component
adalah class diagram dari model component.
Sedangkan dalam Mathiassen et al. (2000: 252),
disebutkan juga function component yang merupakan
bagian dari sistem yang mengimplementasikan kebutuhan
functional. Hasil dari mendesain function component adalah
class diagram dengan operasi dan spesifikasi operasi yang
kompleks.
Mathiassen et al. (2000:252), juga menuliskan bahwa
pengertian sequence diagram adalah gambaran bagaimana
objek-objek berinteraksi satu dengan yang lainnya melalui
event-event yang dilakukan dari suatu use case atau operasi.
DBMS adalah sebuah sistem perangkat lunak yang
memungkinkan pemakai untuk mendefinisi, membuat,
memelihara, dan mengontrol akses ke basisdata (Connolly,
2002:16 ).

Proses Bisnis
Proses bisnis sistem yang berjalan pada PT. ABC adalah
sebagai berikut :
Setiap harinya, tiap departemen yang persediaan alat
tulis kantornya habis akan datang langsung ke Bagian Gudang.
Dengan memberikan Bukti Permintaan dan Penerimaan ATK 70 CommIT, Vol. 4 No. 1 Mei 2010, hlm. 68 - 76
(BPP ATK) sebanyak 3 rangkap, yang berwarna putih, kuning,
dan merah muda. Rangkap berwarna putih diberikan kepada
Bagian Gudang untuk diarsip, rangkap berwarna kuning untuk
departemen yang bersangkutan, dan rangkap berwarna merah
muda diberikan kepada Bagian Administrasi. Selanjutnya
Bagian Gudang akan memeriksa persediaan barang yang
diminta oleh departemen tersebut. Untuk mengontrol
anggaran permintaan pada tiap departemen sehingga tidak
melebihi anggaran yang ditetapkan, Bagian Gudang memliki
Buku Anggaran untuk Keperluan ATK. Tetapi, buku ini hanya
digunakan sebagai acuan agar persediaan tiap departemen
dapat dikontrol dan diketahui, karena jika budget permintaan
sudah melebihi batas atau diluar ketentuan, Bagian Gudang
tetap akan memberikan persediaan yang diminta Departemen
tersebut.
Jika persediaannya masih tersedia, maka Bagian
Gudang akan langsung memberikan barang tersebut kepada
Departemen. Setelah itu Bagian Gudang akan memberikan
stempel ke BPP ATK berwarna kuning milik Departemen
sebagai tanda bahwa barang telah diambil. Namun, apabila
barang yang diminta tidak tersedia di gudang, maka Bagian
Gudang akan mencatat persediaan barang ATK yang habis
kemudian melaporkan ke Bagian Rumah Tangga untuk
diotorisasi yang selanjutnya akan diberikan ke Bagian
Administrasi untuk membuat Surat Permintaan Pembelian
barang/Jasa dan Perbandingan Harga (SPPPH) rangkap 4
yang akan diotorisasi oleh Direktur Keuangan, Kepala Bidang
Administrasi, Kepala Departemen, dan Direktur Administrasi.
Lembar ke 1 diberikan kepada Bagian Administrasi, lembar
ke 2 diberikan kepada Departemen yang memesan, lembar ke
3 diberikan kepada Bagian Keuangan, lembar ke 4 diberikan
kepada Bagian Hutang bidang Treasurer untuk diverifikasi.
Fungsi dari Surat Permintaan Pembelian barang/Jasa dan
Perbandingan Harga adalah untuk membandingkan harga
jual yang ditawarkan oleh para supplier (tender) dengan cara
supplier memberikan presentasi mengenai produk mereka
dan spesifikasi harganya. Kemudian dari presentasi itu akan
dipilih satu supplier yang memiliki penawaran harga terendah
dengan kualitas yang baik. Setelah menentukan supplier mana
yang akan diambil, Bagian Administrasi akan memberikan
Surat Permintaan Pembelian barang/Jasa dan Perbandingan
Harga (SPPPH) kepada Bagian Keuangan, selanjutnya oleh
Bagian Keuangan, SPPPH tersebut akan disesuaikan harganya
dengan Buku Kendali Anggaran. Setelah disetujui oleh Kepala
Bagian Keuangan, maka proses bisnis akan diteruskan ke
Bagian Treasure untuk memverifikasi pengadaan barang serta
penginputan data barang dari supplier.
Kemudian Bagian Administrasi akan mengeluarkan
Purchase Order (PO) rangkap 6. Setelah itu supplier
mengotorisasi PO tersebut dan supplier menerima PO lembar
1A, lalu lembar 1 dipegang oleh Bagian Rumah Tangga
dan lembar 2 &3 diberikan kepada Departemen Keuangan.
Lembar 4 diberikan kepada Bagian Administrasi dan
lembar 5 diberikan kepada Bagian Gudang. Ketika barang
yang dipesan seharga kurang dari Rp.1 juta, maka Bagian
Administrasi menggunakan kasbon untuk memesan kepada
supplier yang terpilih.
Setelah itu supplier akan mengirimkan barang sesuai
PO dan akan diterima oleh Bagian Gudang melalui Kurir.
Kemudian Bagian Gudang akan mengecek barang apakah
sesuai dengan PO. Lalu Kurir akan memberikan Surat
Jalan (SJ) rangkap 3, kepada Bagian Gudang yang berisi
rincian barang yang dipesan dan harganya. Rangkap 1 akan
diberikan kepada Bagian Gudang untuk diarsip, rangkap 2
akan diberikan kepada Kasir , dan rangkap 3 diberikan kepada
Bagian Penagihan.Kasir akan menerima Surat Jalan rangkap
2, PO asli, Kwitansi asli beserta pajaknya (PPN).
Setelah Bagian Gudang menerima barang dari Kurir
yang sudah sesuai dengan pesanan, maka Bagian Gudang
akan memberikan informasi kepada Departemen yang
meminta barang melalui telepon. Kemudian Departemen
akan datang ke Bagian Gudang dengan membawa BPP ATK
berwarna kuning sebagai referensi untuk mengecek barang
yang dipesan. Lalu Bagian Gudang akan memberikan stempel
untuk BPP ATK yang berwarna kuning sebagai tanda bahwa
barang sudah diterima oleh Departemen. Selanjutnya Bagian
Gudang akan membuat Laporan Persediaan Barang ATK
dalam bentuk buku stok.
Selanjutnya Kurir akan ke Kasir untuk memberikan SJ
rangkap 2 beserta kwitansi dan menerima pembayaran atas
pembelian yang sesuai dengan PO asli, kwitansi asli beserta
pajaknya. Setelah pembayaran selesai dilakukan maka Kasir
akan memberikan PO dan kwitansi kepada Bagian Akuntansi
untuk membuat Jurnal Pembelian.
Seperti yang sudah dideskripsikan diatas, proses
pembelian dan persediaan pada PT. ABC dapat dilihat pada
Gambar 1. Gambar 2 berikut adalah rancangan Class Diagram
proses pembelian dan persediaan pada PT. ABC. Gambar 3-12
berikut adalah contoh UI proses pembelian dan persediaan
pada PT. ABC. Gambar 13 berikut adalah konfigurasi sistem
pada PT. ABC. Kegunaan dari sistem yang dirancang adalah
untuk meningkatkan kinerja, menangani transaksi dan kegiatan
dari perusahaan dan meminimalisasi kemungkinan timbulnya
masalah. Sistem ini juga dipakai untuk mengefisiensikan
pelayanan kepada para pelanggan serta membantu karyawan
dalam menjalankan operasionalnya atau tugasnya masing –
masing.
Rancangan sistem yang baru akan dipresentasikan
kepada perusahaan sebelum diterapkan dan diharapkan
toko dapat memahami kegunaan dari sistem baru tersebut
dan dapat menerapkannya dalam kegiatan perusahaan.
Sistem baru tersebut akan diterapkan secara bertahap
dalam pengimplementasiannya. Hal ini dimaksudkan agar
perusahaan dapat mempelajari sistem dan mengenalnya lebih
baik, sehingga dapat menyesuaikan diri dengan sistem yang
baru.
Penulis menggunakan beberapa tools seperti
Microsoft Office Visio 2003 untuk mendesain UML Diagram,
Microsoft Visual Studio (VB.Net) 2005 untuk mendesain
dan memprogram UI, Microsoft SQL Server 2005 untuk
mendesain database dan Crystal Report untuk pembuatan
laporan.

kesimpulan : 
empat aktivitas utama  metode Object Oriented Analysis and Design:
1. System definition.
Deskripsi dari sebuah sistem terkomputerisasi yang
dijelaskan dalam bahasa sehari-hari.
2. Rich picture.
Rich Picture adalah gambaran informal yang
mewakili pengertian akan situasi dari si pembuat.
3. Factor.
FACTOR adalah
Functionality : Fungsi yang mendukung tugas-tugas
aplikasi domain.
Aplication Domain : Bagian dari organisasi yang
mengadministrasikan, mengawasi atau mengontrol
sebuah problem domain.
Condition : Suatu kondisi dimana sistem yang akan
dikembangkan dan digunakan.
Technology : Teknologi yang digunakan untuk
mengembangkan sistem dan teknologi sistem yang
akan dijalankan.
Object : Objek utama dari problem domain.
Responsibility : Sistem secara keseluruhan
bertanggung jawab dalam hubungan dengan
konteknya.
4. Analisis Problem Domain. Problem Domain adalah bagian dari konteks yang
dikelola, dimonitor, atau dikontrol oleh sistem.

kelebihan :
1. jurnal ini banyak mengambil sumber dari buku, sehingga isi jurnal ini lebih akurat.
2. jurnal ini pembahasannya lengkap dan disertai contoh kasus.

kekurangan:
1. terlalu banyak kata yang digaris miring, sehingga membuat pembaca sedikit susah untuk membacanya.

http://msi.binus.ac.id/files/2013/05/0401-10-Purwoko_Departemen_Keuangan.pdf

Kamis, 27 November 2014

ANALISIS STP

Analisis STP
    Busana Muslim adalah busana atau pakaian sebagai ciri khas bahwa si pemakai adalah beragama Islam dan seorang Muslim atau Muslimah, ciri yang melekat lainnya dari busana Muslim ialah pakaian yang menutupi seluruh organ-organ tubuh pemakai yang seharusnya tidak (haram) di perlihatkan kepada publik atau yang bukan suami dan istrinya. Oleh karena itu, busana Muslim menjadi pilihan umat Islam yang ingin menjaga dirinya dan tubuhnya dari pandangan nafsu lawan jenis yang tentu saja bukan suami atau istrinya, karena dalam Islam sudah di atur. Sebenarnya busana Muslim sangatlah indah, jika seorang wanita mengenakannya maka akan menambah keanggunan. Secara kasat mata, si wanita tersebut seolah-olah mengumumkan bahwa “saya seorang Muslimah, saya tidak mengumbar aurat sembarangan kepada dunia, kecuali kepada suami sendiri”. sejauh ini minat kaum Muslim terhadap busananya masih terbilang tinggi .Terlebih lagi perkembangan busana muslim sekarang sangatlah pesat dan terbilang sangat ramai, yang terjadi pada wanita-wanita muslim yang kini dengan bangganya mereka menggunakan hijab dan busana yang terlihat modern tidak lagi terlihat kuno.
  • Segmenting:

    Demografi, busana muslimah ini ditujukan kepada remaja ataupun wanita dewasa yang ingin bergaya dengan fashion muslimah yang cantik dan anggun. Busana muslimah dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yang dapat menyaingi Brand ternama. Selain mebuka toko, juga menjalankan bisnis online.
  • Targeting:

    Target pemasaran baju muslimah ini adalah anak remaja yang akan menuju dewasa, agar mereka bisa berfikir untuk tampil cantik itu tidak harus membuka aurat, tetapi dengan menutup aurat pun, para remaja yang menuju dewasa itu bisa cantik bahkan bisa lebih fashion daripada dengan yang tidak menutup aurat. Target ini cukup baik karna bisa memperbaiki akhlak para remaja pada saat ini.
  • Posisioning :

    Setiap orang yang akan membuka usaha pasti mempunyai Logo dan Slogan yang akan membuat usahanya dilirik oleh konsumen. Saya akan membuat logo dan slogan semenarik mungkin agar posisi butik saya dapat menempati  hati para konsumen.

LOGO:



SLOGAN:
“FASHION MUSLIMAH tidak akan mengurangi kecantikan dari penampilanmu, tetapi akan menambah kesempuran dari dirimu”

Contoh DESIGN "SYAFIRA MUSLIMAH BOUTIQUE"



Menteri Sekretariat Negara Bapak Prof.Pratikno, M.Soc.Sc


    Bapak Pratikno lahir di Bojonegoro pada 13 Februari 1962. Ia hijrah ke Yogyakarta untuk menimba ilmu di bidang politik dan pemerintahan di kampus UGM. Melanjutkan pendidikannya di di bidang tersebut, ia kemudian terbang ke negeri Ratu Elizabeth dan mengambil jurusan Development Administration di University of Birmingham, Inggris, hingga mengantongi gelar M.Soc.Sc pada tahun 1991. Tidak berhenti sampai di situ, beliau terbang ke Australia untuk mengambil program doktoral di Flinders University of South Australia jurusan Asian Studies.
    Bapak Pratikno yang lahir di sebuah kampung terpencil di Desa Donogede, Tambak, Bojonegoro ini sempat mengalami kehidupan tanpa listrik sebab sinar terang di kampungnya baru dirasakan tahun 1994. Di desa yang berjarak 40 kilometer dari Bojonegoro itulah ia ditempa. Ia harus menumpang di rumah kepala desa demi menamatkan sekolah SD. Untuk sampai ke tingkat SMP kondisi yang sama juga harus diterima. Sekolahnya, berjarak 20 kilometer dari kampung.
   Terbiasa mandiri sejak dini, beliau harus pindah ke Kota Bojonegoro untuk melanjutkan ke SMA. Akhirnya ia ke Yogyakarta menempuh kuliah di jurusan ilmu pemerintahan di FISIP UGM karena dorongan ingin menjadi sekretaris daerah. Namun, setelah diterima di almamaternya menjadi dosen, cita-citanya itu kandas.
   Prof. Pratikno, M.Soc.Sc adalah Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang baru saja terpilih pada Maret 2012. Sebelum pemilihannya sebagai rektor, ia dinobatkan menjadi Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM pada tahun 2010. Selama karirnya di dunia akademik, ia banyak melakukan penelitian dalam politik lokal dan jaringan pemerintahan yang merupakan bidang keahliannya. Ia juga beberapa kali menjadi pembicara dalam workshop menjelang pemilu maupun pilkada.
   Suami dari Dra. Ec. Siti Faridah ini bergabung sebagai pengajar di UGM sejak tahun 1986, setahun setelah ia mendapatkan gelar sarjananya. Profesi tersebut masih ia tekuni sampai sekarang. Tahun 2003, ia ditunjuk sebagai direktur Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah sekaligus Wakil Dekan bidang Akademik FISIP UGM sejak tahun hingga tahun 2004.
   Orang nomor satu di UGM ini banyak menulis artikel terkait bidang keahliannya, contohnya artikel yang berjudul "Seandainya Otonomi Tanpa Kerjasama dalam Kompleksitas dan Tawaran Format Kelembagaan" yang dipublikasikan pada 2007 dan "Mimpi Lama Yang Terus Hidup dalam Membangun NKRI dalam Membangun NKRI dari Bumi Tambun Bungai Kalteng" pada tahun yang sama. Beberapa artikelnya juga dimuat di harian setempat.
   Beliau juga terpilih sebagai moderator debat capres tahun 2009 dan diangkat sebagai tim seleksi anggota KPU dan Bawaslu. Pratikno tinggal di daerah Jaban, Yogyakarta bersama istri dan tiga orang putrinya, yaitu Anisa Firdia Hanum, Hilda Mutia Hanum, dan Gita Nadia Hanum.  
     
PENDIDIKAN
  1. S1 Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM (1980-1985)
  2. S2 Department of Development Administration University of Birmingham, Inggris (1989-1991)
  3. S3 Department of Asian Studies, Flinders University of South Australia (1992-1996)

KARIR

  1. Rektor UGM (2012-2017)
  2. Pengajar di FISIP UGM
  3. Moderator debat capres tahun 2009.
  4. Direktur dan pengajar di Program Pascasarjana Prodi Ilmu Politik Konsentrasi Politik Lokal dan Otonomi Daerah, UGM (2003-sekarang)
  5. Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP UGM (2001-2004)


Tanggapan saya tentang Bapak Pratikno

   Kementerian Sekretariat Negara mempunyai tugas memberikan dukungan teknis dan administrasi serta analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam menyelenggarakan kekuasaan negara. Menurut saya bapak Pratikno ini sangat pantas untuk diangkat sebagai menteri sekretariat negara, karena dia lulusan dari jurusan administrasi dan sudah mencapai S3. Selain itu saat dia kuliah S1, dia bercita2 untuk menjadi sekretaris daerah, namun karna dia diangkat menjadi dosen, cita-citanya itu kandas. Dari situlah saya beranggapan bahwa Bapak Pratikno ini mampu mengemban tugasnya sebagai mentri sekreariat negara karna cita-citanya terdahulu dan diikuti dengan ilmu yang ia punya.

BIJI KOPI LUWAK


Kopi luwak didapat dari biji kopi yang dipilah dari kotoran luwak, binatang liar sejenis musang. Kopi ini sangat digemari karena memiliki cita rasa yang unik. Berbeda denga cita rasa kopi biasa, meskipun dihasilkan dari pohon yang sama. Produksi kopi luwak masih sangat terbatas, jadi jangan heran kalau harganya kopi ini selangit mencapai USD 100 per 450 gram.
Kopi luwak bisa dikatakan kopi khas indonesia, walaupun ditemukan di Filipina. Bangsa kita mengenal kopi luwak ini sejak zaman kolonial. Kuli perkebunan saat itu terbiasa mengkonsumsi kopi luwak, karna para tuan kebun membolehkan kuli mengambil buah yang jatuh untuk dikonsumsi sendiri, termasuk biji kopi yang ditinggalkan luwak dalam kotorannya. Kebiasaan ini diyakini sebagai awal dikenalnya kopi luwak.

Cara pengolahan kopi luwak
1. Persiapan memberi pakan biji kopi merah


Dataran tinggi lampung barat merupakan daerah penghasil biji kopi utama di propinsi lampung yang sangat terkenal akan kualitas biji kopi nya. Biji kopi berkualitas ini akan dipetik khusus untuk yang berwarna merah saja dan benar-benar segar, yang selanjutnya akan di sortir untuk memisahkan buah kopi yang busuk dengan cara melakukan perendaman, biji kopi yang baik akan tenggelam di dalam air, sementara yang busuk akan mengapung.

2. Memberi pakan kepada luwak

Buah kopi merah yang telah disortir dengan cara perendaman selanjutnya dibagikan kedalam wadah untuk diberikan kepada musang / luwak, dalam hal ini, peternakan di lampung barat menggunakan musang / luwak jenis binturong dan bulan yang mana dari beberapa jenis musang yang ada, hanya kedua jenis ini yang merupakan pemakan kopi. Dalam Proses ini, musang / Luwak sangat berperan penting dimana indra penciuman akan digunakan dalam mensortir buah kopi dengan tingkat kematangan sempurna yang mana musang / luwak ini menyukai rasa manis dari buah kopi yang benar-benar matang. Biji kopi yang benar-benar tertelan selanjutnya mengalami proses fermentasi didalam lambung musang yang selanjutnya akan dikeluarkan kembali bersama dengan kotoran (kopi luwak).

3. Permanenan kopi luwak dan penjemuran

 

         
setelah dilakukan permanenan, terdapat dua pilihan dalam menghasilkan biji kopi kering yakni pertama dengan langsung menjemur kotoran luwak yang masih basah atau dengan mencucinya terlebih dahulu untuk mensucikan kopi tersebut sesuai anjuran MUI untuk kemudian dijemur dan menghasilkan gabah kopi luwak.

4. Penggilingan dan pemilihan biji kopi luwak

 

Setelah dilakukan proses pengeringan yang kemudian dihasilkan product raw beans atau gabah kopi luwak, proses selanjutnya adalah penggilingan, kemudian setelah selesai di giling, biji kopi luwak akan dipilih dan disortir untuk memisahkan biji kopi utuh dan pecah akibat penggilingan ataupun pembusukan biji kopi pada waktu pengeringan, proses sortir ini dilakukan secara manual untuk menghasilkan biji kopi siap goreng yang berkualitas (greenbeans).

5. Penyucian sampai penggorengan biji kopi luwak



Bagi umat muslim, kehalal-an adalah hal penting yang harus diperhatikan. Sebelumnya telah disinggung mengenai penyucian yang dapat dilakukan dengan dua versi yakni penyucian dengan pencucian kotoran langsung seperti yang dijelaskan dalam pembuatan gabah kopi luwak.
Pencucian yang dilakukan sebanyak 7x yang salah satunya di campur tanah seperti tuntunan dalam syariat Islam sebelum dilakukan penggorengan (roasting).

6. Pengemasan biji kopi luwak


Proses pembukusan dapat dilakukan secara manual yakni menggunakan penumbuk yang dalam bahasa tradisionalnya adalah lesung. Setelah diperoleh bubuk kopi luwak, selanjutnya akan dikemas dengan menggunakan aluminium foil agar dapat menjaga kesegaran kopi baik kualitas maupun aroma yang menjaga keawetan kopi tersebut dalam waktu yang relatif lama.

Pabrik Kopi Luwak Terbesar ada di Pangalengan Bandung Jawa Barat
          


Kandang penangkaran luwak terletak disebalah lokasi pabrik
    Di  tanah Pasundan sebenarnya kopi baru dibudidayakan pada akhir tahun 1999, dengan panen perdana tahun 2003. Lahannya ditanam di lahan-lahan perkebunan dan Perhutani bekerjasama dengan masyarakat. Sekarang pabrik kopi tumbuh di PANGALENGAN BANDUNG. Dari tidak adanya pabrik pengolahan kopi, kini ada beberapa pabrik kopi. Tanaman kopi pun tidak hanya ditanam di kawasan perhutani, tapi juga di lahan masyarakat dan lahan PTPN.
Salah satu KOPI LUWAK terbaik Pengalengan adalah  Merk GOLDEN LUWAK ( Real Original Coffee Luwak ) dimana Anda dapat menikmati kenikmatan Cita rasa Kopi Luwak Asli yang murni benar-benar kopi luwak. Di PANGALENGAN Anda juga bisa melihat peternakan Luwak yang terletak tepat disamping lokasi pabrik. Di tempat inlah  Luwak ditangkarkan/ diternakkan. Karena ini kopi luwak penangkaran, maka pakan Luwak ini pun dijaga kualitasnya. Luwak itu tidak hanya diberi makan buah kopi, tetapi juga buah-buahan lain seperti pisang, papaya dan juga vitamin daging2an sprt ikan,belut,lele,kerang,dan wiskas serta crickers (vitamin makanan kucing).